Gianyar-Kemeriahan ajang Blassera tahun ini
tidak hanya didominasi oleh persaingan kecerdasan di bidang akademik. Ribuan
peserta Tingkat SMP dari berbagai sekolah tampak memadati lokasi kegiatan untuk
unjuk bakat dalam deretan lomba non-akademik yang menjadi magnet tersendiri
bagi para siswa.
Aspek literasi dan seni budaya menjadi daya tarik utama
dengan hadirnya lomba Story Telling, Monolog,
serta Mesatua Bali. Khusus untuk lomba Mesatua Bali, juri
menekankan pentingnya pelestarian bahasa ibu di tengah modernisasi, sementara
lomba Dharmagita menjadi sarana penguatan nilai-nilai
keagamaan melalui kidung suci
Sisi ketangkasan dan strategi turut diuji melalui berbagai
cabang lomba, seperti:
- Pionering dan LCT
(Lomba Cerdas Tangkas) sebagai bagian dari kompetisi
kepramukaan SMA Negeri 1 Blahbatuh.
- LCC
PMR yang menguji kesiapsiagaan dan pengetahuan medis darurat
peserta tingkat madya.
- Esai
Ilmiah yang menantang inovasi pelajar, seperti tema "Zero
Carbon" yang diusung tahun ini.
- E-sport
(Mobile Legends) yang memberikan wadah resmi bagi para gamers untuk
berkompetisi secara sportif.
ini memberikan pengalaman berharga untuk keluar dari zona
nyaman dan melatih mental tampil di depan publik. Kegiatan yang juga bertepatan
dengan perayaan ulang tahun SMA Negeri 1 Blahbatuh ini sukses menjadi
ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya berprestasi secara intelektual,
tetapi juga mengembangkan karakter dan potensi diri di bidang non-akademik.
Antusiasme peserta yang membeludak membuktikan bahwa
Blassera tetap menjadi salah satu festival pelajar paling dinantikan di Bali
untuk mengembangkan potensi diri di segala bidang.
























































