Semarak
perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 SMA Negeri 1 Blahbatuh (Blasman) yang
dikemas dalam ajang BLASSERA 2026 (Blasman Sport, Science, and
Art Festival) semakin memuncak. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi
peserta luar sekolah, kegiatan ini juga menjadi panggung kreativitas internal
melalui Pameran Kokurikuler yang melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII.
Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan lomba-lomba eksternal seperti Story Telling, Dharma Gita, hingga kompetisi PMR dan Pramuka tingkat SMP se-Provinsi Bali, area sekolah Blasman disulap menjadi galeri karya yang megah. Pameran kokurikuler yang di selenggarakan pada tanggal 26 Januari 2026 ini menampilkan hasil belajar siswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari inovasi teknologi, kewirausahaan, Kesehatan hingga Kearifan local. Pameran Kokurikuler resmi dibuka oleh Bapak Kepala Sekolah I Ketut Sulatra,S.Pd,.M.Pd, . Pembukaan pameran kokurikuler berjalan lanjar dan diawalai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Doa sambutan Bapak Kepala sekolah sekaligus pemukulan Gong menandai pameraran resmi dibuka.
setiap jengkal halaman disulap menjadi deretan gerai inovatif yang menawarkan produk kewirausahaaan. pameran ini menekankan efisiensi ruang dan strategi pemasaran tatap muka yang intim. Setiap stand didesain vertikal menggunakan meja belajar yang di gunakan di kelas dan di desain semenarik mungkin untuk mempercantik dan daya Tarik masing-masing stand. pengunjung disuguhkan dengan berbagai inovasi kuliner yang menggugah selera. Melalui kegiatan kokurikuler ini, siswa belajar banyak hal, mulai dari teknik pengolahan bahan mentah hingga strategi pengemasan yang modern. Mereka tidak hanya dituntut untuk menciptakan rasa yang lezat, tetapi juga tampilan visual yang estetik agar memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar.
Berbeda dengan Kelas XI, Jika pameran umumnya identik dengan produk fisik, siswa Kelas XI justru menghadirkan pendekatan yang mendalam melalui tema "Membangun Kesehatan Mental dan Fisik melalui Kearifan Lokal." Berlokasi di dua aula ruang kelas yang disulap menjadi ruang pameran multimedia, pameran ini menjadi pusat perhatian pengunjung. Sebanyak 72 kelompok dari seluruh jenjang Kelas XI berpartisipasi aktif menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan jiwa dan raga dapat dilakukan dengan menggali kembali nilai-nilai luhur budaya daerah.
Pameran ini
tidak hanya menampilkan pajangan statis. Para siswa memanfaatkan teknologi
untuk menyampaikan pesan edukatif melalui:
- Video Interaktif: Karya audio-visual yang
mengintegrasikan tips kesehatan mental dan fisik dengan tradisi lokal,
seperti gerakan tari Bali untuk kebugaran atau filosofi ketenangan pikiran
dalam Yoga, menjaga kesehatan fisik dengan melestarikan meboreh, sebuah
tradisi pengobatan luar menggunakan bahan-bahan alami yang terbukti secara
turun-temurun mampu menjaga suhu tubuh dan relaksasi otot.
- Galeri Poster Kreatif: Puluhan poster dengan desain
modern menghiasi stand masing-masing kelompok, menyuarakan kesadaran akan
pentingnya menjaga kesehatan mental di usia remaja tanpa meninggalkan
identitas budaya.
Pembagian
pameran ke dalam dua aula memungkinkan setiap kelompok mendapatkan ruang yang
representatif untuk mempresentasikan karya mereka. Atmosfer di dalam aula
terasa sangat edukatif, di mana pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan
para kreator video mengenai kesehatan fisik dan mental dan pengembangan tema kearifan lokal
yang mereka angkat.
Melalui 72 karya video interaktif, para siswa berhasil membuktikan bahwa kearifan lokal Bali bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan solusi nyata untuk menjaga kesehatan mental dan fisik di era modern.
Tidak kalah
menarik, untuk pameran kelas XII hadir dengan perspektif yang lebih matang
melalui tema “Gaya Hidup Sehat dan Berkarakter Jelang Kelulusan.” Tema
ini diangkat sebagai bekal krusial bagi para siswa yang sebentar lagi akan
melangkah ke jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
Berbeda dengan
adik kelas mereka, pameran Kelas XII lebih menekankan pada kesiapan fisik dan
mental dalam menghadapi fase transisi setelah masa SMA. Para siswa memamerkan
berbagai proyek yang menggabungkan pola hidup sehat dengan penguatan
karakter, seperti disiplin diri, manajemen waktu, dan ketangguhan mental
menghadapi tekanan ujian akhir.
memanfaatkan
ruang Laboratorium Fisika sebagai pusat unjuk karya, Pemilihan
Lab Fisika sebagai lokasi pameran memberikan suasana yang tenang namun penuh
semangat bagi para pengunjung untuk mendalami pesan-pesan moral yang
disampaikan. Dalam pameran ini, seluruh kelompok dari jenjang Kelas XII
memamerkan hasil buah pemikiran mereka yang dituangkan ke dalam poster-poster
edukatif. Karya poster tersebut bukan sekadar pajangan dinding, melainkan
media kampanye visual yang mengajak rekan sebaya untuk tetap menjaga kesehatan
mental dan fisik di tengah tekanan persiapan ujian akhir.
Setiap poster menampilkan narasi unik, mulai dari tips menjaga pola makan bergizi, pentingnya olahraga rutin bagi calon mahasiswa, hingga penguatan karakter jujur dan disiplin sebagai modal utama memasuki dunia universitas atau kerja. Penggunaan elemen visual yang menarik dan pesan yang lugas mencerminkan kematangan siswa Kelas XII dalam merespons tantangan transisi setelah lulus sekolah.
Lahan mungkin
boleh sempit, tetapi ide dan kreativitas harus tetap luas tak terbatas. Pameran
ini adalah bukti bahwa semangat Blasman untuk berkarya tetap
menyala di tengah kondisi apa pun. Melalui keberhasilan acara ini, besar
harapan agar pameran ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.




































