BLAHBATUH – Dalam upaya memperkuat karakter religius dan melestarikan nilai-nilai budaya luhur, keluarga besar SMA Negeri 1 Blahbatuh melaksanakan perjalanan suci Tirta Yatra pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan momentum sakral rangkaian Piodalan di dua pura terbesar di Bali, yakni Pura Ulun Danu Batur dan Pura Agung Besakih.
Perjalanan spiritual ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa-siswi kelas X dan kelas XI. Tidak hanya sebagai bentuk persembahyangan, kegiatan ini juga didampingi langsung oleh para wali kelas, dewan guru, serta staf pegawai SMA Negeri 1 Blahbatuh, guna memastikan prosesi berjalan dengan khidmat dan tertib.
Destinasi pertama dalam rangkaian Tirta Yatra ini adalah Pura Ulun Danu Batur di Kintamani. Setibanya di sana, udara sejuk pegunungan menyambut rombongan yang tampak serasi mengenakan busana adat madya bernuansa putih.Doa bersama dipandu oleh pemangku setempat, menciptakan suasana hening yang membawa ketenangan batin bagi seluruh civitas akademika SMA Negeri 1 Blahbatuh.
Setelah merampungkan persembahyangan di Batur, rombongan melanjutkan perjalanan menuju "Ibu dari Segala Pura", yakni Pura Agung Besakih. Mengingat waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan masa Piodalan, kawasan Besakih nampak megah dengan hiasan wastra dan penjor yang menjulang. Meskipun harus menapaki anak tangga yang cukup tinggi, semangat para siswa kelas X dan XI tidak surut. Di bawah bimbingan para guru dan wali kelas, mereka melaksanakan prosesi persembahyangan di Penataran Agung. Momen ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa untuk menanamkan nilai:
Sradha dan Bhakti: Meningkatkan keyakinan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Tat Twam Asi: Menumbuhkan rasa persaudaraan antar-siswa di luar lingkungan kelas.
Kearifan Lokal: Memahami pentingnya menjaga kesucian pura sebagai warisan budaya dunia.
Ini adalah bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kehadiran guru dan wali kelas di sini adalah untuk memberikan teladan langsung mengenai tata krama beragama yang benar," ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari Rabu tersebut diakhiri dengan nunas Tirta Pakuluh dan Bija sebagai simbol berkah dan pembersihan diri. Perjalanan pulang menuju Blahbatuh pun dipenuhi dengan raut wajah tenang dan penuh kedamaian dari para peserta.





